Bilamana Saya Adalah Seorang Atheis I
Menjadi ateis adalah salah satu hal yang memungkinkan bagiku. Kenapa
begitu? Karena dengan menjadi ateis:
1. aku tidak perlu membuang-buang waktu yang sangat precious untuk
pergi ke gereja atau tempat ibadah lain dan tentunya juga dengan
berdoa
2. aku bisa menjadi baik karena aku belajar etik dan karena aku memang
ingin menjadi baik, bukan karena takut dihukum di neraka
3. aku yakin kok bila ada Tuhan diatas langit sana, pasti Tuhan
tersebut lebih menyukai orang yang benar-benar berusaha untuk belajar
ilmu pengetahuan daripada orang yang setiap hari di tempat ibadah gak karuan
kayak gitu yang cuman bisanya berdoa tiap hari biar gak masuk neraka
aja. Kalau misalnya Tuhan itu ada, pasti nanti dia akan bertanya
padaku “Woi Manusia, kenapa kamu tidak percaya padaku?” dan aku akan
menjawab “no sufficient proof God, no sufficient proof.”
Dan juga, mengulangi point 1, kalau kita sadar bahwa waktu kita ini
sangat berharga, kenapa kita tidak menghabiskannya dengan hal-hal yang
bagi kita sangat bermakna? Dengan berdagang. Dengan mempelajari ilmu
pengetahuan. Dengan bercinta dengan kekasih hati kita dan lain
sebagainya.
Bukankah permasalahan “makan apa kita nanti?” dan permasalahan
“sayang, kita bercinta yuk” itu lebih penting daripada pergi ke tempat
ibadah dan berdoa?
Dengan meniru argumen diatas:
1. andaikan aku Kristen, tetapi ternyata Islam yang benar, tentunya
aku akan dihukum di neraka jahanam.
2. andaikan aku Islam, tetapi ternyata Kristen yang benar, tentunya
aku akan dihukum di inferno
3. tetapi, bila yang benar ternyata agama yunani kuno, tentunya gak
ada ruginya juga, karena aku pasti masuk ke Asphodel Meadows doang
kok, gak sampai ke Tartarus.
4. aku sendiri tidak begitu memahami Budha maupun Hindu, tetapi, bila
yang aku tahu benar, maka setiap orang yang bijaksana dan menghormati
dan mencintai orang lain maka akan terberkati, apapun agama mereka.
Dan untuk yang beragama apapun juga, bagaimana kita tahu bahwa agama
yang kita anut adalah yang benar? Bagaimana bila salah? Pastinya bila
salah kita akan ke neraka juga(asumsikan saja begini untuk
sederhananya). Daripada begitu, bukankah mending kita jadi atheis
saja, jadi gak usah susah2 berdoa atau ke tempat ibadah, toh kan kita
juga akan masuk ke neraka orang kita gak tahu mana yang benar kok,
hehehehe…
Nah, biasanya orang berkata bahwa mereka mempercayai Tuhan karena
mereka percaya dan merasa bahwa Tuhan itu ada. Aku sendiri juga
begitu, aku merasa dan percaya bahwa Tuhan itu tidak ada.