Tulisan ini pernah saya kirim ke satu milis. Tapi untuk tujuan diskusi saya pikir tidaklah masalah kalau dituliskan sekali lagi di blog ini.
I) DISKUSI PERTAMA
Ada yang bertanya, apakah yang perlu dipelajari kalau mau belajar computational theory untuk pertama kali.
Jawaban saya adalah:
Ada baiknya bapak mempelajari hal-hal berikut ini:
1. Data Definition
* Self-referential Data Definition
* Mutually-referential Data Defition
* Function dan Variable Definition
* Symbolic Information
* Simple dan Compound Data
* Lambda
2. Recursion
* Structured Recursion
* Generative Recursion
3. Abstration
4. Accumulation of Knowledge
5. Assignment
Continue Reading...
Tulisan ini juga pernah aku kirim ke salah satu milis. Tetapi untuk bahan diskusi, aku pikir tidaklah masalah bila aku kirimkan juga di blog ini.
Didalam konteks etik, atau yang disebut sebagai sistem moral, kita
mengetahui bahwa itu adalah sebuat set konsepsi yang mana telah
dikembangkan oleh seluruh masyarakat manusia didalam medan sejarah.
Sekarang ini kita memahami dan dengan bahagia bersedia menerima bahwa
semua orang diciptakan sama(atau untuk mereka yang tidak percaya
keberadaan Tuhan atau supreme being, semua orang lahir dengan hak dan
kewajiban yang sama). Bahkan, banyak dari kita yang langsung mengingat
Liberté, égalité, fraternité.
Perbedaan kelas telah digunakan sebagai pondasi hukum bagi para
pencari keadilah selama berabad-abad. Kelas-kelas tersebut terdapat
dalam berbagai bentuk seperti kekayaan(atau kemakmuran – wealth), ras
atau suku bangsa manusia, warga negara(citizenship), gender, dan
status sosial atau posisi seseorang didalam konteks kenegaraan dan
militer.
Continue Reading...
Tulisan ini pernah saya muat di sebuah milis, dan saya pikir tidaklah masalah bila aku muat sekali lagi disini sebagai bahan diskusi.
Lisensi software dewasa ini begitu komplek sehingga pengguna software dibuat bingung olehnya. Pengetahuan masyarakat umum akan lisensi software sama dengan kondisi pengguna mobil terhadap pengetahuan mekanika. Pengguna mobil di Jakarta ini sangatlah sedikit yang mengerti permasalah mekanik,
energi, teori transportasi, dan juga permasalahan lingkungan ataupun
juga permasalah legal system yang menyangkut dunia mobil.
Nah dengan pengetahuan yang sangat minim tersebut, bila ada hukum yang
misalnya mengharuskan pemilik mobil supaya menggunakan suku cadang
asli dari produsen mobilnya, apakah hal ini bisa diterapkan 100% tanpa
proses edukasi terlebih dahulu? Karena orang pergi ke bengkel untuk
memperbaiki komputer dan banyak yang tidak mengerti perbedaan antara
satu part yang di produksi produsennya(KW1) dengan yang diproduksi
produsen lain(KW2, KW3, dan seterusnya).
Bukankah dengan ini sangat mudah bagi konsumen untuk menggunakan
produk KW2 kalau tidak tahu perbedaannya?
Sekarang saya tanya, berapa banyak sih perbandingan orang yang tahu
masalah Internal Combustion Engine, Suspension, dan hal-hal lain yang
berhubungan dengan mobil?
Continue Reading...
Foto adalah sebuah penciptaan momen, atau mungkin momen itu sendiri
hadir dalam kapasitas eksistensi karya fotografi. Dulu painting
disebut sebagai satu hal yang mampu menciptakan “depiction of
reality”, tetapi kemudian hadirlah fotography, dan yang satu ini
benar-benar mampu menciptakan realitas yang sesungguhnya, tidak hanya
form, tidak hanya color, tidak hanya gesture, tapi sebuah keseluruhan,
keseluruhan yang sangat menyeluruh.
Tetapi, bisa jadi juga momen yang tercipta bukanlah momen yang
menyeluruh, bukan sebuah momen yang benar-benar real, benar-benar
nyata, karena kamera dan lensa(atau mungkin kedua-duanya, atau salah
satu dari dua hal tersebut, atau mungkin dalam konteks ini lensa
adalah kesatuan dengan kamera, atau mungkin lensa itu sendiri inti
dari kamera, aku gak tahu) adalah mata yang memungkinkan momen
tercipta. Bagaimana dengan sisi lain yang tidak mendapat perhatian
dari mata itu pada saat mata itu menciptakan sebuah momen? Bukankah
ini menjadikan mata tersebut hanya menciptakan sebuah sisi dari sebuah
momen, bukan semua aspek dan semua sisi dari momen tersebut? Ahh,
walaupun mungkin tidak komplit dan menyeluruh, yang penting ada momen
yang bisa dilihat oleh semua orang. Ada momen yang bisa dinikmati oleh
orang-orang di seantero jagad.
Continue Reading...
Menjadi ateis adalah salah satu hal yang memungkinkan bagiku. Kenapa
begitu? Karena dengan menjadi ateis:
1. aku tidak perlu membuang-buang waktu yang sangat precious untuk
pergi ke gereja atau tempat ibadah lain dan tentunya juga dengan
berdoa
2. aku bisa menjadi baik karena aku belajar etik dan karena aku memang
ingin menjadi baik, bukan karena takut dihukum di neraka
3. aku yakin kok bila ada Tuhan diatas langit sana, pasti Tuhan
tersebut lebih menyukai orang yang benar-benar berusaha untuk belajar
ilmu pengetahuan daripada orang yang setiap hari di tempat ibadah gak karuan
kayak gitu yang cuman bisanya berdoa tiap hari biar gak masuk neraka
aja. Kalau misalnya Tuhan itu ada, pasti nanti dia akan bertanya
padaku “Woi Manusia, kenapa kamu tidak percaya padaku?” dan aku akan
menjawab “no sufficient proof God, no sufficient proof.”
Continue Reading...
Dan satu hal lagi, aku sendiri berasal dari bangsa Jawa. Dan begini
yang aku tahu mengenai bangsaku.
Bangsaku pada dasarnya adalah pemuja alam, terutama pepohonan dan
tanah(yang menjaga kesuburan). Kemudian, pemujaan inipun tidak
terkonsentrasi ke “pemujaan” secara khusus(kecuali sanctuary-sanctuary
tradisional Jawa yang berkenaan dengan pemujaan alam), karena
bagaimanapun juga, kebanyakan dari mereka tidak peduli dengan
kedewataan secara khusus. Sepanjang tanah mereka tetap menghasilkan,
maka itu sudah lebih dari cukup untuk hidup.
Continue Reading...
Oh ya, aku sendiri secara pribadi memandang agama dalam konteks agama
itu indah dan menawan atau tidak. Dan juga tentunya kompleksitas agama
itu sendiri.
Salah satu sebab kenapa aku menyukai Budha dan Hindu adalah karena
keindahan dan kompleksitasnya.
Bukannya aku mau menghina pengikut agama Kristen(entah protestan,
Katholik, ataupun Ortodok), tetapi Injil itu sendiri sangat garing dan
tidak ada indah-indahnya.
Continue Reading...
Bangsa Tiongkok adalah bangsa yang teramat sangat tua. Tua dalam hal
ini tidaklah dalam konteks umur secara per se, karena kalau hanya
begitu, maka seluruh atau mungkin sebagian bangsa di penjuru bumi ini
juga sangat tua. Tetapi tua dalam hal ini adalah dalam konteks
kebudayaan dan peradaban.
Kebudayaan dan peradaban tersebut sebenarnya mengacu kepada beberapa
hal yang bagi kita sangat sederhana dan mungkin tidak pernah
memberikan kesan mendalam pada diri kita sendiri, tetapi, hal-hal
tersebut sangatlah esensial dalam konteks sejarah umat manusia:
1. bahasa -> TULISAN -> poetry
2. masyarakat -> KOTA
Tiongkok mempunyai kota yang teramat sangat komplek. Chang’an adalah
salah satu contohnya. Kota ini mempunyai design yang sangat abstrak.
Dan pada masanya, bahkan bila tentara kekaisaran Romawi semisal
menyerbu Chang’an, pasti mereka akan kalah total. Bahkan artileri
modern pada masa perang dunia ke dua saja tidak mampu merusak tembok
kota ini, apalagi hanya teknologi-teknologi siege abad 1 masehi.
Sepanjang yang aku tahu, kota di Jepang dibangun dengan design yang
sama dengan kota ini. Kalau tidak salah kota tersebut namanya
Osaka(yang kalau tidak salah dibangun atau mungkin diperbaharui oleh
Toyotomi Hideyoshi tapi aku tidak yakin) atau Edo(yang dibangun oleh
Tokugawa Ieyasu).
Continue Reading...
Yunani, sebuah embodiment dari konsep ideal. Ideal dalam arti dan
dalam kontek hidup manusia yang dimanifestasikan dalam berbagai ragam
form dan gesture. Mitologinya adalah salah satu contoh, dimana, dunia
ini dengan para dewa adalah sebuah tata cara pandang yang paling ideal
dalam hidup manusia. Tetapi mungkin lebih tepatnya, mitologinya
tersebut adalah sebuah ensiklopedia tentang keseluruhan pandangan
hidup bangsa Yunani kuno terhadap kehidupan ini dan terhadap manusia
pada umumnya, yaitu:
1. konsep kingship dalam order dan power
2. konsep procreation, dan yang kemudian love, dan dalam bentuk yang
paling buruk adalah pemerkosaan
3. kebencian dan sifat pengecut
4. asap yang selalu mengepul dari perapian dan selalu tersedianya sup
dan roti adalah dua hal yang menjadi pondasi dasar kehidupan manusia,
yaitu kehangatan fisik dan perut
5. pengetahuan dengan hubungannya dalam ketentaraan
6. pengetahuan dalam hubungannya dengan kemudaan
7. dll
Continue Reading...
Aku sendiri tidak mempunyai pengalaman yang berarti dalam dunia
percintaan, tetapi, kalau diperbolehkan, aku juga ingin sedikit
menuliskan sedikit yang aku tahu, walaupun kebanyakan hanya merupakan
hasil pemikiranku saja dan bukan direct experience.
Manusia, mempunyai insting untuk mendapatkan pasangan. Pasangan ini
terjadi dalam konteks biological, yaitu hasrat untuk memperoleh
keturunan dan melestarikan jenisnya.
Tetapi kemudian, dengan berlalunya waktu, dengan seiring meningkatnya
peradaban umat manusia, pasangan yang pada awalnya hanya untuk
*beranak* dalam arti per se, menjadi lebih komplek, menjadi sesuatu
yang merupakan bagian dalam konstruksi sosial, yaitu marriage, yang
bertahan sampai saat sekarang ini, dan mungkin untuk jangka waktu lama
di masa yang akan datang.
Continue Reading...